Kasih adalah
penyelesaian satu-satunya. Tapi kebanyakan orang menyembunyikan kasih mereka di
dalam hati mereka karena takut disakiti atau karena pengalaman masa lalu dengan
orang lain atau makhluk lain. Karenanya, mereka menarik kasih mereka. Kalau
tidak, kita semua terlahir dengan kasih.
Kasih
adalah intisari dari keberadaan kita, tetapi kemudian ketika kita berbenturan
dengan makhluk lain di planet fisik ini atau di alam semesta, dan disakiti atau
terluka secara emosi, fisik atau mental, kita tetap mengingat semua pengalaman
buruk ini; kita menyimpan semua pengalaman negatif ini. Dan kita merasa sulit
untuk membuka kasih kita kembali pada dunia karena kita khawatir disakiti atau
dikecewakan dan seterusnya.
Alasan
adanya perang dan kesulitan satu sama lain adalah karena kita selalu hidup di
masa lalu. Kita harusnya hidup seperti binatang; mereka hidup di masa kini.
Mereka selalu berada di masa kini. Misalnya, seekor anjing: Anda marahi dia dan
mungkin Anda pukul pantatnya, dan demikian juga dengan anak-anak. Tapi
kemudian, bila Anda panggil dia kembali dan mengasihinya, dia datang
menggoyangkan ekornya, atau si anak segera datang berlari kepadamu. Mereka
tidak mengingat apa yang Anda lakukan pada mereka meskipun baru semenit
berlalu. Beginilah seharusnya kita hidup bersama dengan yang lainnya.
Tapi
sedihnya, kebanyakan dari kita hidup di masa lalu, hidup di dalam kenangan
kita. Masa lalu tetaplah masa lalu tapi kita selalu membawanya ke masa kini,
kemudian masa kini pada gilirannya mempengaruhi masa depan kita. Karena masa
kini menjadi masa lalu lagi dan lalu kita selalu mengingat segala peristiwa
yang tidak menyenangkan ini, dan kita merasa kesulitan untuk menjadi bahagia di
masa kini.
Sama
halnya dengan latihan kita. Seperti kebanyakan orang yang selalu hidup di masa
lalu, dengan “Yesus” di masa lalu, “Buddha” di masa lalu, atau Santo (Orang
Suci) ini dan Santo itu, lalu mereka lupa untuk membuat diri mereka menjadi
Santo atau menjadi anak Yesus, untuk berada di tingkatNya lagi. Jadi, dunia
seharusnya melupakan masa lalu sama sekali, melupakan derita masa lalu dan
melupakan segala peristiwa yang buruk. Belajar dari situ dan tumbuh dari situ,
bagaikan bunga yang tumbuh dari pupuk yang jelek, kotor, bau, jorok , tetapi ia
dapat tampil elok untuk dinikmati semua orang. Inilah cara kita menghentikan
peperangan, pertempuran, perebutan kekuasaan dan kesulitan.
Tapi
kalian tahu, kita masih berada di dunia ini. Kita bisa bicara begitu dan
mungkin kita bisa bersikap begitu di antara kita sendiri. Karena kita adalah
pelatih kedamaian, kita bisa menikmati kedamaian, dan kita tahu cara untuk
menemukan kedamaian pada saat sedih atau kesulitan. Tapi, kebanyakan orang di
dunia tidak bisa melakukan itu. Karena itu, walaupun kita berlatih dengan baik,
kita masih harus berbagi penderitaan, kesalahpahaman, perang dan kesulitan
dunia secara umum. Kita harus berlatih lebih giat agar punya lebih banyak
pengaruh dan atmosfer yang lebih baik bagi dunia. Dan kemudian, lebih banyak
orang mungkin akan mengikuti kita, dan perang pun akan berkurang. Itulah
penyelesaian satu-satunya.
Dosen Pembimbing : Gregorius Daru W.
Nama: Florentius Padma Surya
Nim: 15.E1.0138
Nama: Florentius Padma Surya
Nim: 15.E1.0138
dunia ini harus dipenuhi kasih sayang...yg tulus lahir batin
BalasHapustidak setengah setengah
nice floren dengan kasih semua akan menjadi damai
BalasHapusWow nice artikel Floren. :)
BalasHapusArtikelnya sangat menarik . Terus dikembangkan ya . Tuhan memberkatiii . Amiiinn ^^
BalasHapusNice artikel ! Terus berkarya. Godbless :))
BalasHapusArtikelnya bagus flo lanjutkan untuk berkarya
BalasHapusArtikelnya bagus flo lanjutkan untuk berkarya
BalasHapusartikel yang sangat menginspirasi, Good job :)
BalasHapusArtikel yg menginspirasi trimakasih
BalasHapusMakasiii udg di ingetin akan hukum iman yang paling utama, kasih! Tuhan berkati
BalasHapusArtikel yang bagus, kasih memang lah sangat sangat penting :)
BalasHapusGbu
Artikelnya bagus,, sangat membantu mengenai kasih ,, :)
BalasHapusNice. Good bro!
BalasHapusdunia ini memang harus adanya kasih sayang
BalasHapusmantaf akhi
BalasHapusFloren! Tulisan yg bgs.
BalasHapustrs berkarya ya.
Gbu. :)
sangat bagus artikelnya, semoga bermanfaat bagi kita semua. GBU
BalasHapusNice. Mau jd pendeta lu flo?
BalasHapusJada dan nikmati kedamaian yang ada :)
BalasHapusJada dan nikmati kedamaian yang ada :)
BalasHapussaya sangat mengapresiasi sekali blog anda, dimana memang yang perlu kita utamakan didunia ini adalah "cinta kasih" semoga blog anda bisa diterapkan dilingkungan kita sendiri, Tuhan Memberkati :)
BalasHapusartikel yang bagus, like this:)
BalasHapusnice article flooo, semoga bermanfaat untuk yang lainnya juga ya!:)
BalasHapusyang melihat artikel ini semoga hidupnya penuh dengan kasih sayang....
BalasHapusIndahnya saling mengasihi, terus berkarya teman. Semoga dapat menjadi pencerahan bagi kami semua. GBU flo
BalasHapusbener flo,ketika kita mengasihi seseorang bukan melihat masa lalu saja,tetapi lebih baik kita saling mengasihi dengan tidak melihat adanya perbedaan. mengasihi dengan sesama manusia tanpa pandang status. good post flo,ku tnggu post mu selanjutnya.. GBU
BalasHapusnice writing, keep going.
BalasHapusSangat bermanfaat, trs berkarya ya
BalasHapussaya setuju dengan anda, kasih merupakan yang paling penting kita miliki. dengan kasih kita dapat menghormati dan menghargai oranglain sehingga tercipta perdamaian
BalasHapussaya sangat setuju, karena semua orang tidak menolak kedamaian,
BalasHapusTeruslah menebar damai kepada semua orang..GBU :)
BalasHapussaya sangat setuju dengan anda dengan kasih kita dapat menyayangi satu sama lain tanpa membedaannya
BalasHapus