Manusia adalah mahluk sosial. Disadari atau tidak manusia tidak bisa hidup sendiri dan maka dari itu ungkapan ini dapat kita artikulasikan bahwa dalam mengarungi dinamika kehidupan sudah merupakan hukum alam manusia tidakdapat berdiri sendiri.

Ini adalah cerita tentang seorang laki-laki yang bekarja sebagai pemulung. Kami bertemu dia ketika kami sedang mengerjakan proyek kebaikan pertama kami, sebenarnya kami ingin berbagi buah-buahan di rumah sakit tapi karena mengurus perizinannya dipersulit kami langsung pergi dari rumah sakit dan mencari kebaikan yang lain dan tanpa sengaja di jalan kami melihat seorang pemulung sedang berjalan kemudian saya dan teman-teman pun langsung berpikiran untuk berbagi kepadanya, kami pun mendatangi pemulung tersebut dan mengajak bapak itu mengobrol, dia bernama wahyu priyanto dia orang yang sangat ramah,pak wahyu menceritakan banyak pengalaman hidupnya kepada kami dari mulai dia pindah ke semarang dan sampai sekarang ini dia bisa jadi pemulung, pak wahyu priyanto berasal dari solo dia pindah kesemarang untuk bekarja di sebuah bank tapi karena adanya sebuah masalah dia pun terpaksa harus di PHK. Pak wahyu tinggal bersama saudaranya yang sudah menpunyai istri tetapi pak wahyu tidak memiliki hubungan baik dengan istri saudaranya, pak wahyu selalu dianggap menyusahkan karena tinggal bersama dia apalagi setelah pak wahyu di PHK dia semakin dihina oleh istri saudaranya setelah sebulan ia di PHK pak wahyu pun memutuskan untuk pindah rumah dan mencari kontrakan dan mulai dari situlah pak wahyu berpikiran untuk jadi pemulung karena sulitnya mencari pekerjaan lain, meskipun dia tidak yakin dengan keputusannya tapi mau bagaimana lagi “ini adalah kehidupan jika saya tidak bangkit maka saya akan mati dalam kehidupan saya sendiri” (kata pak wahyu), dia tidak mudah menyerah dan terus berusaha. Dia bekerja mulai jam 5 pagi sampai jam 6 malam dan dalam sehati dia Cuma mendapatkan hasil 35 sampai 50 ribu rupiah meskipun begitu pak wahyu tetap mensyukurinya. Karena sudah terlalu lama mengobrol dengan pak wahyu dan kami melihat pak wahyu sudah lelah kamipun memutuskan untuk pulang dan sebelum pulang kami memberikan sedikit bingkisan kepada pak wahyu dan dia menerimanya dengan sangat baik, dia sangat mensyukuri apa yang ia dapat.
Banyak nilai yang bisa kita ambil dari seorang pemulung seperti pak wahyu misalnya saja kesabaran, pantang menyerah, dan penuh kesyukuran, kita sebagai orang yang lebih beruntung darinya sudah semestinya jauh lebih mensyukurinya bukan malah mengkufurinya. Maka dari itu senang tiasalah kita dalam bersyukur kepada tuhan kita agar kita selalu di beri kemudahan dalam menjalani hidup. Saling menghormati perbedaan RAS adalah salah satu cara kita untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan negara kita.


Mgr Soegijapranata 100% katholik 100% Indonesia memberi inspirasi kita dan bisa menjadi teladan hidup kita
BalasHapusnice article :)
BalasHapusartikel yang sangat baik kak
BalasHapusSemoga bisa dilanjutkan yaa proyek kebaikannya, jadilah perpanjangan tangan Tuhan
BalasHapusArtikel yg bagus semoga bermanfaat
BalasHapus