Rm 1: 16-17
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Keselamatan atau salvation atau dalam bahasa Yunaninya adalah soteria yang artinya adalah utuh sempurna, kemakmuran, perlindungan. Kalau dalam bahasa Ibraninya adalah Yesua. Jadi Yesus adalah keselamatan itu sendiri. Kalau mau selamat ya datang ama Yesus.
Sebab di dalam Injil nyata kebenaran Allah, kebenaran yg diberikan oleh Allah karena percaya kita kepada Tuhan Yesus. Kebenaran disini adalah gift, pemberian, hadiah, cuma-cuma bukan karena perjuangan atau perbuatan kita. Pemberiannya tidak tergantung kepada si penerima dan setiap orang dalam keadaan apapun dapat menerima berkat yang luar biasa dari Tuhan karena yang menentukan adalah Tuhan Yesus sendiri, bukan kita.
Di dalam Roma 10:1-3,dimana Paulus prihatin dan berdoa untuk orang=orang Yahudi, karena mereka sangat giat beribadah untuk Tuhan tetapi sayang mereka tidak punya pengertian yg benar. Karen mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri.
Di dalam Roma 6:14: “ Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak lagi di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.” Kalau dulu sebelum Yesus datang hidup kita di bawah hukum taurat, kita harus melakukan semuanya baru kita akan dibenarkan atau Allah tidak akan menghukum kita, tetapi jika salah satu dari hukum itu tidak kita laksanakan maka kita akan gagal. Tetapi Yesus datang untuk menggenapi hukun taurat itu bukan untuk meniadakannya. Kalau kita percaya sama Yesus maka kita adalah orang-orang benar.
Roma 5:19 :” Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian juga oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kenapa yang satu terima yang satu lagi tidak menerima berkat itu ?? Pertempuran terjad di pikiran karena di pikiran ada benteng yang menghambat kita untuk mengerti akan Allah... Munculah keraguan ...Contoh : ketika kita berdoa minta kesembuhan dari sakit kita, di dalam pikiran kita muncul keraguan, Ah apakah benar saya bisa sembuh ? Hilangkan keraguan itu, percaya saja Tuhan sanggup melakukan jauh lebih dahsyat dari apa yang kita pikirkan.
2kor 10:4-5 senjata kita utk melawan benteng , merubuhkan kebenaran manusia dan keangkuhannya dan melawan segala pikiran dan menaklukkannya kpd Kristus.
Yesus mendengar doa saya bukan krn ketaatan saya tapi karena ketaatan Yesus yang membuat doa saya didengar oleh Tuhan karena kita sudah dibenarkan... Stop membiarkan pikiran dikuasai oleh benteng2 keraguan, lalu taklukkan dg iman, perkatakan Firman.
Rm 6:18:” Kamu telah telah dimerdekakan dari dosa dan mjd hamba kebenaran.”
Kita bukan dibebaskan dr perbuatan dosa, dosa disini bukan kata kerja tapi kata benda. Status tidak akan dapat diubah meski apapun yang kita lakukan karena dosa sudah menawan kita, Allah sengaja mendesain hal ini supaya iblis tidak bisa protes seperti yang tertulis di Rm 5:19.
Kita tidak dihakimi lagi oleh perbuatan tetapi oleh karen iman kita... Semakin mengenal akan Firman, kita akan semakin tidak mau berbuat dosa... Tetapi hidup dalam kekudusan.
Zakaria 9:11-12 , kembalilah kepada Yesus , kita akan jadi tahanan yang penuh harapan....
Selama ada di dlm Yesus kita akan tetap selamat.... Jangan datang ke gereja untuk selamat atau masuk surga tapi kudunya ya mengucap syukur sama yang memberikan kita keselamatan.
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Keselamatan atau salvation atau dalam bahasa Yunaninya adalah soteria yang artinya adalah utuh sempurna, kemakmuran, perlindungan. Kalau dalam bahasa Ibraninya adalah Yesua. Jadi Yesus adalah keselamatan itu sendiri. Kalau mau selamat ya datang ama Yesus.
Sebab di dalam Injil nyata kebenaran Allah, kebenaran yg diberikan oleh Allah karena percaya kita kepada Tuhan Yesus. Kebenaran disini adalah gift, pemberian, hadiah, cuma-cuma bukan karena perjuangan atau perbuatan kita. Pemberiannya tidak tergantung kepada si penerima dan setiap orang dalam keadaan apapun dapat menerima berkat yang luar biasa dari Tuhan karena yang menentukan adalah Tuhan Yesus sendiri, bukan kita.
Di dalam Roma 10:1-3,dimana Paulus prihatin dan berdoa untuk orang=orang Yahudi, karena mereka sangat giat beribadah untuk Tuhan tetapi sayang mereka tidak punya pengertian yg benar. Karen mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri.
Di dalam Roma 6:14: “ Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak lagi di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.” Kalau dulu sebelum Yesus datang hidup kita di bawah hukum taurat, kita harus melakukan semuanya baru kita akan dibenarkan atau Allah tidak akan menghukum kita, tetapi jika salah satu dari hukum itu tidak kita laksanakan maka kita akan gagal. Tetapi Yesus datang untuk menggenapi hukun taurat itu bukan untuk meniadakannya. Kalau kita percaya sama Yesus maka kita adalah orang-orang benar.
Roma 5:19 :” Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian juga oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kenapa yang satu terima yang satu lagi tidak menerima berkat itu ?? Pertempuran terjad di pikiran karena di pikiran ada benteng yang menghambat kita untuk mengerti akan Allah... Munculah keraguan ...Contoh : ketika kita berdoa minta kesembuhan dari sakit kita, di dalam pikiran kita muncul keraguan, Ah apakah benar saya bisa sembuh ? Hilangkan keraguan itu, percaya saja Tuhan sanggup melakukan jauh lebih dahsyat dari apa yang kita pikirkan.
2kor 10:4-5 senjata kita utk melawan benteng , merubuhkan kebenaran manusia dan keangkuhannya dan melawan segala pikiran dan menaklukkannya kpd Kristus.
Yesus mendengar doa saya bukan krn ketaatan saya tapi karena ketaatan Yesus yang membuat doa saya didengar oleh Tuhan karena kita sudah dibenarkan... Stop membiarkan pikiran dikuasai oleh benteng2 keraguan, lalu taklukkan dg iman, perkatakan Firman.
Rm 6:18:” Kamu telah telah dimerdekakan dari dosa dan mjd hamba kebenaran.”
Kita bukan dibebaskan dr perbuatan dosa, dosa disini bukan kata kerja tapi kata benda. Status tidak akan dapat diubah meski apapun yang kita lakukan karena dosa sudah menawan kita, Allah sengaja mendesain hal ini supaya iblis tidak bisa protes seperti yang tertulis di Rm 5:19.
Kita tidak dihakimi lagi oleh perbuatan tetapi oleh karen iman kita... Semakin mengenal akan Firman, kita akan semakin tidak mau berbuat dosa... Tetapi hidup dalam kekudusan.
Zakaria 9:11-12 , kembalilah kepada Yesus , kita akan jadi tahanan yang penuh harapan....
Selama ada di dlm Yesus kita akan tetap selamat.... Jangan datang ke gereja untuk selamat atau masuk surga tapi kudunya ya mengucap syukur sama yang memberikan kita keselamatan.
walaupun banyak berbagai macam agama, kita seharusnya dapat menghargai dan membuat kebahagiaan untuk agama kita
BalasHapusartikel yang sangat baik
BalasHapusBagus mas terus bagikan ilmu yang km tau
BalasHapusBagus mas terus bagikan ilmu yang km tau
BalasHapusGood article
BalasHapusyakinlah bahwa tuhan itu adil,selalu bersyukur apa yang diberikannya
BalasHapusNice article
artikel nya menginspirasi,,, semoga artikel selanjutnya juga lebih baik :)
BalasHapusTerima kasih utk pengetahuan baru yang diberikan melalui artikel ini. Semoga kita semakin paham bagaimana mewujudkan iman dalam hidup sehari", Jbu
BalasHapus