Sabtu, 28 November 2015

MENGENANG MASA LALU UNTUK PEMBELAJARAN DI MASA MENDATANG

Tanggal 26 Desember 2004 lalu, bagi masyarakat Aceh merupakan hari yang sangat sulit untuk dilupakan. Betapa tidak, pada hari itu 230.000 orang meninggal karena bencana Tsunami. Tiga hari kemudian, para artis kondang ibu kota berkumpul di sebuah stasiun televisi swasta untuk mengadakan sebuah “Konser Kepedulian”. Pada saat itu, sebagian besar artis berkomentar bahwa Tsunami terjadi sebagai hukuman dari Tuhan karena Tuhan murka atas kedurhakaan manusia dengan dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Benarkah pendapat tersebut?

Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa menjelang kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya (parousia) akan terjadi tanda-tanda pendahuluan berupa bencana alam yang dahsyat. Kedahsyatan bencana ini digambarkan dengan banyaknya orang yang mati ketakutan karena kecemasan atas bencana-bencana tersebut. Inilah yang akan terjadi pada orang-orang yang tidak beriman, bukan mati karena menjadi korban bencana tetapi mati karena kecemasan (stress). Di lain pihak, Tuhan menegaskan bahwa sesungguhnya pada saat itu orang beriman akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Maka, apabila semuanya itu mulai terjadi, “Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat,” demikian Tuhan Yesus melanjutkan.

Iman Kristiani memandang bencana alam sebagai tanda-tanda yang bersifat positif, bukan sebagai wujud hukuman Allah atas dosa-dosa manusia, melainkan sebagai tanda-tanda semakin dekatnya Hari Penyelamatan, yaitu kedatangan Tuhan yang kedua (parousia). Oleh karena itu, alih-alih melihat bencana alam sebagai tanda kemurkaan Allah atas dosa-dosa manusia, Tuhan Yesus mengajak kita untuk melihat bencana alam lebih sebagai tanda peringatan akan semakin dekatnya Hari Penyelamatan, dan oleh karenanya kita harus sungguh-sungguh mempersiapkan diri.

Hari ini kita mulai memasuki Masa Adven. Masa Adven diselenggarakan oleh Gereja untuk mengingatkan segenap umat beriman agar senantiasa sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Penyelamatan, hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus untuk kedua kalinya. Oleh karena itu, kalau pada hari ini kita melihat ada bencana alam terjadi di berbagai belahan dunia, Tuhan Yesus mengajak kita untuk memandangnya secara positif. Bencana alam bukanlah tanda kemurkaan Allah atas kedurhakaan manusia yang harus membuat manusia mati ketakutan karena kecemasan, melainkan tanda semakin dekatnya Hari Penyelamatan yang harus kita sikapi dengan upaya semakin mempersiapkan diri untuk menyambut-Nya. Bagaimana caranya? Dengan terus menerus bertobat, dengan menjaga diri supaya hati tidak sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi (hidup sembrono) dan senantiasa berdoa.

Dengan demikian kelak kita semua akan tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. Artinya, kita memiliki hidup yang pantas untuk menyambut kedatangan Tuhan pada Hari Penyelamatan. Akhirnya, bersukacitalah senantiasa, bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat. Selamat memasuki Masa Adven 2015.

8 komentar:

  1. Artikelnya sangat membantu kakaaaak ^^
    Terus berkarya ya . Ditunggu posting selanjutnya^^
    Gbu

    BalasHapus
  2. Nice artikel. Terus berkarya. Godbless

    BalasHapus
  3. bersukacitalah senantiasa, bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat. Good artikel

    BalasHapus
  4. artikel yang sangat bagus dan menarik teruslah berkarya

    BalasHapus
  5. Setuju sekali, bahwa guru yang terbaik adalah pengalaman, terus berkarya, Tuhan memberkati

    BalasHapus